Pembagian Ilmu Farmasi

adi.t
Posts: 28
Joined: Thu Oct 16, 2014 12:58 pm

Pembagian Ilmu Farmasi

Postby adi.t » Mon Jan 04, 2016 2:54 pm

Pembagian Bidang Farmasi
Secara garis besar, ada dua macam pembagian bidang ilmu farmasi, yaitu:

1. Farmasi Klinik
Bidang ilmu ini adalah suatu disiplin ilmu kesehatan tentang farmasi yang memberikan pelayanan bukan hanya jasa pelayanan klinis kepada pasien. Pelayanan ini memiliki tujuan untuk mengoptimalkan terapi obat dan mempromosikan kesehatan, wellness, dan prevensi penyakit.

2. Farmasi Industri
Bidang ilmu ini merupakan industri obat jadi dan industri bahan baku obat. Industri obat jadi merupakan industri yang memproduksi suatu produk yang telah melalui seluruh tahap proses pembuatan. Sementara itu, industri bahan baku adalah bahan baku yang diproduksi oleh suatu industri. Bahan baku tersebut adalah semua bahan yang baik dan berkhasiat maupun tidak berkhasiat, yang digunakan dalam pengolahan obat.

Farmasi dan Apoteker
Apoteker adalah seseorang yang memiliki keahlian dan kewenangan pada bidang kefarmasian, baik di apotek, rumah sakit, industri, pendidikan, dan bidang lain yang berkaitan dengan bidang kefarmasian. Pendidikan apoteker diawali dari pendidikan sarjana, minimal empat tahun, kemudian dilanjutkan dengan satu tahun untuk pendidikan profesi apoteker.

Para apoteker di Indonesia bergabung dalam sebuah organisasi profesi apoteker yang bernama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Profesi sebagai apoteker di Indonesia kurang diakui keberadaannya, tidak seperti halnya di negara lain karena banyak yang mengatakan bahwa kesejahteraan apoteker saat ini dan Indonesia sangat memprihatinkan dibanding beberapa tahun lalu. Seorang apoteker yang baru lulus akan disumpah seperti dokter. Sumpah apoteker bermakna bahwa seorang apoteker harus memanfaatkan ilmunya untuk kebaikan manusia. Seorang apoteker dilarang untuk menggunakan pengetahuannya untuk hal-hal yang merugikan orang lain.

Di masa mendatang, apoteker diharapkan menyatu di dalam sistem perawatan kesehatan. Daripada hanya sibuk meracik dan membagikan obat-obatan, apoteker seharusnya juga diharapkan untuk mampu menangani pasien seperti tenaga medis lainnya. Pengelolaan pengobatan terapi pada kenyataannya mencakup pelayanan klinis yang hanya bisa dipenuhi oleh apoteker. Pelayanan semacam ini termasuk analisis menyeluruh dari pengobatan (obat sesuai resep, obat di luar resep, dan obat herbal).

Return to “Farmasi”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest