Ketika Anak Melawan Orang Tua

Tentang pendidikan psikologi anak
wiedha90z
Posts: 8
Joined: Sun Mar 27, 2016 8:19 pm

Ketika Anak Melawan Orang Tua

Postby wiedha90z » Sun Mar 26, 2017 4:01 pm

Banyak orang-tua mengeluh masalah anak yg tidak taat, bahkan juga melawan pada orang-tua. Masalahnya, keluhan tidak sering menyentuh pada detail substansi permasalahan. Beberapa orang-tua biasanya cuma lihat masalahnya dari satu segi, yakni anak tak taat. Mengapa anak tak taat, dalam soal apa anak tak taat, yaitu sisi yang begitu tidak sering dieksplorasi. Anak-anak yang taat yaitu harapan orangtua. Sebab intinya yaitu hal semacam itu bikin nyaman. Orang-tua cukup menyampaikan satu hal sekali, anak menurut. Tak dibutuhkan banyak daya untuk melakukan suatu hal spek oppo.

Namun ingat, ada segi lain. Anak yaitu satu individu juga, yang dengan cara alami mempunyai kehendak serta gagasan sendiri. Apabila anak cuma taat saja, bisa jadi ia bakal tumbuh jadi anak yang tidak miliki gagasan serta tekad. Peran orang-tua dalam pendidikan anak persis sama dengan waktu ia mengajari anaknya naik sepeda. Di waktu awal, orang-tua mesti memegangi sepeda anaknya, supaya ia tidak jatuh. Namun ketika yang sama, orang-tua mesti mendorong gagasan serta keberanian anak. Bahkan juga, anak mesti didorong untuk mengambil resiko, coba sendiri, walau mengakibatkan ia jatuh serta terluka. Yang terutama yaitu, selanjutnya anak mesti dilepaskan untuk mengayuh sepedanya sendiri, memastikan arah jalannya harga hp sony.

Banyak orang-tua yang tidak berhasil mengerti masalah yang paling fundamental dalam pendidikan anak itu. Mereka berlaku seperti komandan yang menginginkan semuanya perintahnya dipatuhi. Bahkan juga waktu anak pilih jodoh, satu pilihan yang semestinya dikerjakan oleh orang dewasa, orang-tua masihlah menginginkan bertengger di pundak anaknya, memegang kendali. Orang-tua seperti berikut yang banyak mengeluh masalah anak yang tidak taat. Untuk saya, anak tidak butuh taat pada orangtua. Orangtua itu bukanlah Tuhan, juga bukanlah nabi. Mereka manusia juga, sama seperti anaknya. Tidak pantas ada manusia mematuhi manusia lain blackberry mercury.

Yang pantas kita patuhi yaitu nilai-nilai yang mengatur tata langkah hidup kita. Nilai itu berbentuk nilai agama, ketentuan hukum, tata krama sosial, serta nalar. Orang-tua terikat serta harus mematuhi nilai-nilai itu. Mendidik anak pada intinya yaitu mengajak anak untuk taat pada nilai itu. Saat anak taat pada orang-tua, pada intinya itu yaitu sisi dari kepatuhan pada nilai-nilai tadi. Konsekwensi dari prinsip ini yaitu, fondasi dari jalinan pada orang-tua serta anak yaitu nilai. Apabila orang-tua menyuruh anak dalam koridor yang dibenarkan oleh nilai, jadi anak harus taat. Apabila tak, jadi tak perlu taat.

Orangtua yang memaksakan kepatuhan tak berbasiskan nilai, yaitu orangtua yang zalim. Orangtua kerap mengeluh, anaknya sukai menjawab. Lagi-lagi keluhannya tak menyentuh substansi. Anak yang menjawab atau ngeyel tak automatis jelek. Kekuatan untuk menjawab atau berargumentasi yaitu kekuatan yang begitu utama untuk seseorang manusia dewasa. Anak malah mesti kita latih untuk miliki kekuatan itu. Jadi, janganlah bungkam anak yang sukai menjawab. Cobalah susuri, apa duduk masalahnya. Mengapa anak menjawab? membeli laptop bekas Apa isi jawabannya? Biarlah anak kita keluarkan gagasannya. Latih dia untuk menguraikan gagasannya lewat cara yang gampang dipahami orang. Latih dia untuk berargumen dengan benar. Luruskan apabila alasannya salah.

Namun semuanya miliki konsekwensi, kalau kita mesti adil. Kita bukanlah penguasa dihadapan anak. Kita serta anak yaitu dua pihak yang tunduk pada nilai. Bila anak benar berdasar pada nilai, jadi kita mesti terima. Masalahnya, kita beberapa orang-tua kerap berdiri di depan anak dengan ego yang tinggi. Jawaban anak pada kita kerap kita terima sebagai serangan pada ego kita. Dalam soal ini, kita bediri pada posisi kanak-kanak, bukanlah orang dewasa yang mendidik harga vivo. Sudah pasti, terdapat beberapa masalah dimana anak melawan lantaran malas diarahkan. Anak miliki kehendak, serta tak semuanya kehendak itu mesti dituruti. Jadi sekali lagi, utama untuk orang-tua untuk mengambil keputusan beberapa ketentuan berbasiskan nilai.

Mulai sejak kecil anak mesti dibiasakan berkehendak dalam koridor ketentuan itu. Yang diluar itu, mesti dikoreksi. Jadi saat anak melawan dalam konteks diluar koridor tadi, anak mesti diluruskan. Yang tidak kalah utama yaitu kendali emosi. Orang-tua condong jadi emosional dengan cara tidak teratasi waktu anak melawan. Alih-alih melakukan pekerjaan sebagai pengarah hingga anak dapat berargumentasi, orang-tua kerap terjerat jadi lawan anak berkelahi. Akhirnya yaitu perseteruan yang melukai ke-2 pihak harga samsung s7 edge. Untuk mengindarinya, jadi orang-tua mutlak mesti mengatur emosinya.
harga macbook

Return to “Psikologi Anak”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest