5 Pelajaran Romansa yang Bisa Kita Petik dari Karya Sastra Terkenal

melay
Posts: 1
Joined: Mon Jun 01, 2020 3:52 pm

5 Pelajaran Romansa yang Bisa Kita Petik dari Karya Sastra Terkenal

Postby melay » Mon Jun 01, 2020 3:57 pm

Kita nir akan dapat membayangkan keinginan romantis jika kita tidak melihat jalinan cinta antara Ryan Gosling dan Rachel McAdams pada The Notebook. Kita juga nir akan menerima pandangan realistis mengenai cinta jika Zooey Deschanel dan Joseph Gordon Levitt nir menyiksa kita selama 95 menit pada 500 Days of Summer.

Sikap kita dalam mengasihi dan mengatasi patah hati berjalan seiring dengan kisah-kisah yg menggema beserta generasi kita. Namun, bukan berarti bahwa kita nir dapat memperhatikan apa yg kehidupan konkret ajarkan kepada kita tentang interaksi cinta.

Selain film-film kisah cinta, terdapat jua beberapa karya sastra hebat yang mendeskripsikan berbagai jenis cinta pada dalamnya. Untuk lebih jelasnya, ayo kita simak daftar di bawah ini.

1. Helen dan Paris (Illiad)

Iliad merupakan kisah romantis yg "badass," yang dimulai saat seorang perempuan manis bernama Helen dibawa kabur oleh pangeran Paris menurut Troya. Pada saat itu, Helen sudah menjadi istri menurut seseorang raja Sparta, Menelaus.

Nantinya, hal ini akan menyebabkan perang antara Troya dan Yunani, yg menyebabkan kematian ribuan orang — termasuk pejuang-pejuang terbesar Yunani dan Troya. Dalam perang ini, saudara [url="http://www.otokers.com/"]harga mobil 2020[/url] tertua Paris, Hector, dan Achilles (manusia setengah dewa), bersama dengan sebagian besar keluarga Paris wajib meregang nyawa hanya karena Paris mencintai Helen.

Hanya demi Helen, Paris rela mengatasi setiap rintangan, bahkan wajib menghadapi seantero pasukan Yunani dan perang selama satu dekade. Bucin level dewa, bukan?

2. Scarlett O'Hara & Rhett Butler (Gone With the Wind)

Dengan romansa epik ini, daftar ini akan berubah sebagai agak gelap. Kita beralih menurut pahlawan romantis yang mengatasi rintangan untuk hayati beserta ke romansa yg nir mempunyai akhir yang senang (SPOILER ALERT!).

Gone With the Wind menampilkan galat satu pasangan epik yg pernah muncul dalam khayalan kita, baik itu pada novel atau filmnya. Dalam karya ini, Scarlett dan Rhett digambarkan sebagai sosok "kelas berat" pada fiksi, sepasang karakter yg sama-sama tangguh, di mana ego mereka terus bertabrakan sampai akhir cerita.

Dalam cerita ini, Rhett bukanlah seorang laki-laki yg suci. Dia terus mengejar Scarlett meskipun wanita itu menolaknya berulang kali. Dan pada ketika Scarlett akhirnya mulai sahih-sahih mencintainya, Rhett berubah pikiran. Pada akhirnya, Rhett semakin lelah dengan seluruh yang Scarlett lakukan padanya & meninggalkannya.

Pelajaran berharga dari Gone With the Wind adalah, hargai apa yg kalian miliki ketika kalian masih memilikinya. Karena ketika mereka akhirnya pergi, mereka nir akan pernah balik lagi.

3. Ekaterina "Kitty" Shcherbatskaya & Konstantin "Kostya" Levin (Anna Karenina)

Tentu, sudah menjadi jawaban yang jelas kalau sorotan primer pada Anna Karenina merupakan Anna Karenina dan selingkuhannya, Alexei Vronsky. Namun, sebenarnya terdapat pasangan lain yang sama hebatnya dalam novel ini. Ya, mereka adalah Levin dan Kitty, pada mana kisah mereka sama menariknya menggunakan kisah Anna & Vronsky.

Levin — karakter yg menyerupai Leo Tolstoy (penulis novel ini) dalam kehidupan nyata — menghabiskan banyak waktunya dengan merasa "galau" sesudah Kitty menolak lamaran pernikahannya, sebuah peristiwa yg mengakibatkan beliau mengalami krisis eksistensial.

Meskipun mereka akhirnya bersatu dan menikah, apa yg terjadi kemudian adalah citra pernikahan yang sangat realistis namun sangat manis.

Dalam Anna Karenina, diceritakan bila Levin mulai mencicipi keraguan & rasa nir aman tentang hubungannya dengan Kitty, meskipun di waktu yg sama ia tidak pernah berhenti merasakan kebahagiaan & kepuasan tanpa batas menurut Kitty.

Levin dan Kitty adalah pasangan yg sangat kompleks, yg mendeskripsikan pasang surut pada interaksi yg serius, di mana istilah "senang selamanya" sebenarnya dipenuhi dengan rintangan dan kerja keras menurut ke 2 belah pihak.

4. Elizabeth Bennett dan Fitzwilliam Darcy (Pride and Prejudice)

Sebagai galat satu kisah "will-they-won’t-they" yang paling terkenal dalam global sastra, Pride and Prejudice telah mengilhami laki-laki & perempuan yang haus cinta menggunakan kisah menarik berdasarkan ke 2 tokohnya yg saling bertentangan.

Karakter primer di dalamnya, Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy, menghabiskan waktu bertahun-tahun menggunakan nir menyukai satu sama lain karena disparitas mereka. Dikisahkan jika Elizabeth menilai buruk Darcy lantaran kesombongannya. Tetapi seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya berhasil mengatasi kekurangan mereka & jatuh cinta.

Pride and Prejudice adalah kisah mengenai seseorang yang berhasil move on & dalam akhirnya menemukan kebahagiaan di dalam pelukan orang lain. Di ketika kalian sedang menjalani hubungan yang baik dan nir toxic, kalian niscaya menyadari betapa benarnya gambaran itu.

5. Daisy Buchanan & Jay Gatsby (The Great Gatsby)

Sebagai galat satu novel Amerika terbaik yang pernah ditulis, The Great Gatsby menceritakan kisah mengenai seorang laki-laki yang didorong oleh cintanya yg abadi pada seorang wanita yg berada pada luar jangkauannya.

Dalam novel ini, seorang laki-laki miskin bernama Jay Gatsby jatuh cinta dalam Daisy Buchanan, seseorang gadis kelas atas yg akhirnya menikah dengan seorang laki-laki yg sangat amat kaya. Setelah mengetahui hal tersebut, Gatsby pun mulai membaktikan hidupnya buat memenangkan cinta menurut Daisy.

Untuk mencapai keinginannya, Gatsby merogoh langkah-langkah ekstrem. Ia mencari uang menggunakan cara menyelundupkan alkohol selama masa pelarangan & memakai uang itu buat mengadakan pesta-pesta glamor pada rumahnya, berharap Daisy pada akhirnya akan pulang ke rumahnya dan menyadari jikalau beliau mempunyai kedudukan sosial yg sama dengannya.

Pada akhirnya, Gatsby gagal & keinginannya buat hayati beserta Daisy membawa hasil yg tragis bagi seluruh orang yg terlibat di dalamnya. Terkadang, keinginan kita tidak akan pernah terwujud, tidak peduli seberapa besar kita menginginkannya.

Return to “Lounge Informatika”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests